WhatsApp: +62 ​813 8778 1400

Phone: +62 322 622 129

Koordinat: ​6°52'02"S 112°25'24"E

Fax: +62 322 622 428

 Dock@DPL

Radio Komunikasi Kapal: Fungsi, Jenis, dan Siapa yang Mengoperasikannya

Radio komunikasi kapal merupakan salah satu sistem penting yang mendukung operasional dan keselamatan selama pelayaran.

Saat kapal berada jauh dari jangkauan jaringan telepon seluler, radio maritim menjadi sarana komunikasi utama dengan kapal lain, stasiun pantai, otoritas pelabuhan, maupun pihak yang terlibat dalam pencarian dan pertolongan.

Karena itu, pemilik kapal dan perusahaan pelayaran tidak cukup hanya memastikan perangkat tersedia. Sistem komunikasi juga perlu dijaga agar selalu berfungsi dan dioperasikan oleh personel yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan kapal.

WA Channel PT Dok Pantai Lamongan

Apa Fungsi Radio Komunikasi Kapal?

Secara umum, radio komunikasi kapal memiliki dua fungsi utama, yaitu mendukung komunikasi operasional dan komunikasi keselamatan.

Komunikasi Operasional

Dalam kegiatan sehari-hari, radio digunakan untuk berkomunikasi dengan kapal lain, stasiun pantai, serta otoritas pelabuhan.

Selain itu, perangkat ini juga membantu penyampaian informasi navigasi dan koordinasi berbagai aktivitas operasional kapal.

Dengan sistem komunikasi yang baik, awak kapal dapat bertukar informasi penting selama pelayaran maupun saat berada di area pelabuhan.

Komunikasi Darurat

Di sisi lain, radio memiliki fungsi yang jauh lebih kritis ketika kapal menghadapi keadaan darurat.

Situasi seperti kebakaran, kapal kandas, gangguan mesin serius, atau orang jatuh ke laut membutuhkan penyampaian informasi yang cepat dan jelas.

Dalam kondisi tersebut, radio komunikasi kapal menjadi salah satu sarana utama untuk mengirimkan informasi bahaya dan meminta bantuan.

Siapa yang Mengoperasikan Radio Komunikasi di Kapal?

Pengoperasian radio komunikasi kapal dilakukan oleh personel yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada banyak kapal niaga modern, tugas tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab perwira kapal yang memiliki kompetensi GMDSS.

See also  Fungsi Manhole Kapal: Inspeksi, Perawatan, dan Keselamatan

Perwira Dek Bersertifikat GMDSS

Perwira dek yang memiliki sertifikat GMDSS dapat mengoperasikan perangkat komunikasi dan sistem keselamatan radio di atas kapal.

Tugasnya dapat mencakup komunikasi rutin, pemantauan frekuensi tertentu, hingga penggunaan sistem komunikasi saat kondisi darurat.

Oleh karena itu, kemampuan mengoperasikan radio maritim tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis. Personel juga perlu memahami prosedur komunikasi keselamatan yang berlaku.

Radio Officer

Pada kapal atau sistem operasional tertentu, tugas komunikasi dapat ditangani oleh Radio Officer atau Radio Operator.

Personel ini secara khusus menangani perangkat dan sistem komunikasi sesuai kebutuhan operasional kapal.

Namun, pada banyak kapal niaga modern, fungsi tersebut telah terintegrasi dengan tugas perwira dek yang memiliki sertifikasi GMDSS.

Kapten sebagai Penanggung Jawab Kapal

Meskipun pengoperasian perangkat dapat dilakukan oleh perwira tertentu, kapten tetap bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kesiapan operasional kapal secara keseluruhan.

Dengan demikian, kondisi perangkat radio, kompetensi personel, dan kesiapan sistem komunikasi tetap menjadi bagian dari aspek yang perlu diawasi selama kapal beroperasi.

Jenis-Jenis Radio Komunikasi Kapal

Sistem komunikasi kapal tidak hanya terdiri dari satu perangkat.

Sebaliknya, beberapa sistem digunakan secara bersamaan untuk mendukung komunikasi rutin, navigasi, dan keselamatan pelayaran.

VHF Radio

VHF atau Very High Frequency merupakan radio yang banyak digunakan untuk komunikasi jarak relatif dekat.

Perangkat ini biasanya digunakan untuk komunikasi antar kapal, komunikasi dengan stasiun pantai, serta koordinasi dengan otoritas pelabuhan.

Karena penggunaannya cukup luas, VHF menjadi salah satu perangkat komunikasi yang paling sering digunakan dalam aktivitas sehari-hari di atas kapal.

MF/HF Radio

Berbeda dengan VHF, MF/HF atau Medium Frequency dan High Frequency digunakan untuk komunikasi dengan jangkauan yang lebih jauh.

Perangkat ini dapat digunakan saat kapal berada jauh dari pantai atau sudah berada di luar jangkauan komunikasi VHF.

Dalam sistem GMDSS, kebutuhan perangkat MF/HF juga disesuaikan dengan area pelayaran kapal.

GMDSS

GMDSS atau Global Maritime Distress and Safety System bukan satu perangkat radio tunggal.

Sistem ini mengintegrasikan berbagai teknologi komunikasi untuk membantu kapal mengirim dan menerima informasi keselamatan.

Melalui GMDSS, kapal dapat mengirimkan distress alert, menerima informasi keselamatan maritim, berkomunikasi dalam kondisi darurat, dan mendukung proses pencarian serta pertolongan.

See also  Docking Kapal: Pengertian, Jenis, Proses, dan Berapa Lama Waktunya

Selain itu, kebutuhan peralatan GMDSS dapat berbeda berdasarkan area operasi kapal.

EPIRB

EPIRB atau Emergency Position Indicating Radio Beacon merupakan perangkat darurat yang membantu mengirimkan informasi lokasi ketika kapal mengalami kondisi bahaya.

Saat diaktifkan, perangkat ini mengirimkan sinyal yang dapat digunakan dalam proses pencarian dan pertolongan.

Karena memiliki fungsi keselamatan yang penting, kondisi perangkat dan masa berlaku komponennya perlu diperiksa secara berkala.

SART

SART atau Search and Rescue Transponder membantu tim pencarian dan pertolongan menemukan lokasi kapal, sekoci, atau korban.

Dalam keadaan darurat, perangkat ini menjadi bagian dari sistem komunikasi keselamatan yang membantu mempercepat proses pencarian.

NAVTEX

NAVTEX digunakan untuk menerima informasi keselamatan maritim secara otomatis.

Informasi tersebut dapat berupa peringatan navigasi, informasi cuaca, peringatan bahaya pelayaran, serta informasi keselamatan lainnya.

Dengan sistem ini, awak kapal dapat menerima informasi penting tanpa harus melakukan komunikasi radio secara aktif setiap saat.

Apa Fungsi Channel 16 pada Radio Kapal?

Channel 16 merupakan salah satu channel penting dalam komunikasi VHF maritim.

Frekuensi ini digunakan untuk komunikasi keselamatan, distress, dan panggilan tertentu sebelum komunikasi dipindahkan ke channel kerja yang sesuai.

Dalam kondisi darurat, Channel 16 dapat digunakan untuk mengirimkan panggilan MAYDAY.

Pesan tersebut umumnya mencakup identitas kapal, posisi kapal, jenis keadaan darurat, bantuan yang dibutuhkan, serta informasi penting lain yang mendukung proses pertolongan.

Karena fungsinya tersebut, kesiapan perangkat VHF menjadi bagian penting dari sistem komunikasi keselamatan kapal.

Bagaimana Radio Komunikasi Kapal Dirawat?

Memiliki perangkat radio saja belum cukup. Seluruh sistem juga perlu diperiksa dan dirawat agar tetap siap digunakan ketika dibutuhkan.

Pemeriksaan Fungsi Perangkat

Radio VHF, MF/HF, GMDSS, dan perangkat komunikasi darurat perlu diuji sesuai prosedur yang berlaku.

Melalui pemeriksaan rutin, operator dapat memastikan perangkat masih mampu menerima dan mengirim informasi dengan baik.

Pemeriksaan Baterai dan Sumber Daya

Selain perangkat utama, sumber daya juga perlu mendapat perhatian.

Sistem komunikasi keselamatan membutuhkan baterai dan emergency power supply yang dapat diandalkan ketika sumber listrik utama mengalami gangguan.

Karena itu, kondisi baterai dan sistem kelistrikan pendukung perlu diperiksa secara berkala.

See also  Pengelasan Kapal di Galangan: Metode & Standar Industri

Pemeriksaan EPIRB dan Perangkat Darurat

Beberapa komponen EPIRB, termasuk baterai dan hydrostatic release, memiliki masa pakai tertentu.

Oleh sebab itu, pemilik kapal perlu memastikan penggantian dilakukan berdasarkan jadwal dan rekomendasi produsen perangkat.

Service dan Kalibrasi

Pada kondisi tertentu, perangkat juga membutuhkan service atau kalibrasi oleh teknisi yang kompeten.

Setelah pekerjaan selesai, dokumentasi hasil pemeriksaan sebaiknya disimpan agar kondisi dan riwayat perawatan dapat dipantau pada periode berikutnya.

Mengapa Radio Komunikasi Penting bagi Pemilik Kapal?

Bagi perusahaan pelayaran, radio komunikasi kapal merupakan bagian dari sistem keselamatan armada yang perlu dikelola secara sistematis.

Pemilik kapal tidak hanya perlu memastikan perangkat tersedia. Kondisi teknis, jadwal service, dokumentasi, dan kompetensi personel juga perlu diperhatikan.

Selain itu, pemeriksaan sistem komunikasi dapat dikombinasikan dengan jadwal maintenance atau docking periodik.

Dengan pendekatan tersebut, berbagai sistem penting dapat diperiksa dalam satu periode perawatan yang lebih terencana.

Pemeriksaan Sistem Komunikasi Saat Docking

Docking memberikan kesempatan bagi pemilik kapal untuk melakukan pemeriksaan berbagai sistem secara lebih menyeluruh.

Selain pekerjaan lambung, mesin, dan sistem propulsi, kondisi sistem electrical serta perangkat pendukung komunikasi juga dapat diperiksa sesuai scope pekerjaan kapal.

Jika ditemukan gangguan pada instalasi listrik, kabel, panel, atau sistem pendukung lainnya, pekerjaan perbaikan dapat dikoordinasikan selama kapal berada di galangan.

Dengan demikian, kebutuhan perawatan sistem komunikasi dapat diintegrasikan dengan pekerjaan docking lainnya.

DPL Mendukung Perawatan Sistem Kapal

PT Dok Pantai Lamongan mendukung kebutuhan docking dan perawatan berbagai sistem kapal melalui fasilitas dan workshop yang tersedia di area galangan.

Salah satu fasilitas tersebut adalah workshop electrical yang dapat mendukung pekerjaan pemeriksaan serta perbaikan sistem kelistrikan kapal sebagai bagian dari scope docking.

Selain itu, pekerjaan dapat dikoordinasikan bersama kebutuhan hull, mechanical, propulsion, piping, dan pekerjaan teknis lainnya dalam satu periode docking.

Bagi pemilik kapal, pendekatan terintegrasi seperti ini membantu mempermudah koordinasi sebelum kapal kembali menjalankan aktivitas operasional.

Kesimpulan

Radio komunikasi kapal memiliki peran penting dalam mendukung operasional dan keselamatan pelayaran.

VHF, MF/HF, GMDSS, EPIRB, SART, dan NAVTEX memiliki fungsi yang berbeda, tetapi seluruhnya saling melengkapi dalam sistem komunikasi kapal.

Selain memastikan perangkat tersedia, pemilik kapal juga perlu memperhatikan kondisi teknis, jadwal pemeriksaan, sumber daya, dokumentasi, serta kompetensi personel yang mengoperasikannya.

Dengan perawatan yang terencana, sistem komunikasi dapat tetap siap digunakan untuk kebutuhan operasional sehari-hari maupun ketika menghadapi kondisi darurat.

Untuk kebutuhan docking dan perawatan sistem kapal, konsultasikan kebutuhan kapal Anda dengan tim PT Dok Pantai Lamongan melalui dplamongan.co.id.

WA Channel PT Dok Pantai Lamongan