Kawat las adalah material pengisi (filler metal) yang digunakan untuk menyambung dua logam melalui proses pengelasan.
Dalam industri galangan kapal, kawat las dipakai untuk:
- Penyambungan hull plating
- Perbaikan struktur baja kapal
- Pembuatan rangka kapal baru
- Modifikasi dan reinforcement struktur
- Instalasi komponen mekanik dan piping
Pemilihannya harus mempertimbangkan jenis baja, beban struktur, posisi pengelasan, serta standar keselamatan dan klasifikasi.
Jenis Kawat Las yang Paling Umum Digunakan
Setiap proses pengelasan menggunakan jenis kawat las berbeda.
Pemilihan yang tepat menentukan kekuatan sambungan dan efisiensi kerja.
1) SMAW (Shielded Metal Arc Welding)
Dikenal sebagai elektroda atau stick welding.
Cocok untuk repair cepat di area docking.
Kelebihan:
- Fleksibel
- Mudah digunakan
- Tahan kondisi outdoor
2) MIG / GMAW (Solid Wire)
Menggunakan kawat las solid dengan gas pelindung.
Umum digunakan untuk fabrikasi dan ship building.
Kelebihan:
- Arc stabil
- Hasil rapi
- Produktivitas tinggi
3) FCAW (Flux Cored Wire)
Mirip MIG tetapi menggunakan kawat berinti flux.
Cocok untuk struktur berat dan pekerjaan outdoor shipyard.
Kelebihan:
- Penetrasi dalam
- Lebih tahan angin
- Ideal untuk heavy structure
4) TIG (GTAW)
Digunakan untuk pekerjaan presisi seperti piping stainless.
Kontrol panas lebih stabil.
Tabel Ringkas Perbandingan
| Proses | Aplikasi Kapal | Kekuatan | Produktivitas |
|---|---|---|---|
| SMAW | Dock repair | Tinggi | Sedang |
| MIG | Ship building | Stabil | Tinggi |
| FCAW | Heavy structure | Sangat tinggi | Tinggi |
| TIG | Piping & presisi | Presisi tinggi | Rendah |
Diameter Kawat Las dan Posisi 1G–6G
Diameter umum:
- 2.0 mm → material tipis
- 2.6 mm → struktur ringan
- 3.2 mm → struktur umum
- 4.0 mm → heavy plate
Arti Posisi Pengelasan
- 1G: Flat position
- 2G: Horizontal
- 3G: Vertical
- 4G: Overhead
- 6G: Pipa miring (kombinasi semua posisi)
Dalam industri offshore, posisi 6G sangat krusial karena mensimulasikan kondisi lapangan yang kompleks.
Framework Memilih Kawat Las untuk Struktur Kapal
Gunakan pendekatan sistematis berikut.
1) Identifikasi Material
Apakah baja karbon, high tensile steel, atau stainless steel?
Setiap material membutuhkan spesifikasi kawat las berbeda.
2) Evaluasi Beban Struktur
Apakah bagian hull utama?
Atau hanya deck fitting?
Struktur utama memerlukan kawat las dengan kekuatan tarik tinggi.
3) Tentukan Posisi Welding
Posisi vertikal dan overhead memerlukan teknik serta kawat tertentu agar slag tidak jatuh dan hasil tetap stabil.
4) Pastikan WPS dan PQR
WPS (Welding Procedure Specification) menjamin proses sesuai standar.
PQR membuktikan prosedur telah diuji.
5) Lakukan QC dan NDT
- Visual inspection
- UT test
- Thickness measurement
Tanpa inspeksi, sambungan tidak bisa dinyatakan aman.
Contoh Aplikasi Kawat Las dalam Proyek Docking
Dalam proyek Ship Repair & Docking, penggantian hull plating sering dilakukan.
Prosesnya:
- Cutting area rusak
- Fitting plate baru
- Multi-pass welding
- UT inspection
- Blasting dan coating
Setiap tahap memerlukan kawat las sesuai spesifikasi baja kapal.
PT Dok Pantai Lamongan telah menangani lebih dari 1.500 proyek docking & repair, dengan kontrol kualitas ketat pada setiap sambungan weld joint.
Pendekatan ini memastikan kapal kembali beroperasi dengan aman dan presisi.
Peran dalam Shipyard Profesional
Di galangan kapal modern, kawat las bukan sekadar material.
Ia bagian dari sistem manajemen mutu.
Sebagai Premier Shipyard of Choice, PT Dok Pantai Lamongan mengintegrasikan pengelasan dalam seluruh lini layanan.
Ship Repair & Docking
Perbaikan hull, bulkhead, deck structure, hingga piping dilakukan dengan prosedur welding terstandar.
Ship Building (New Building)
Konstruksi kapal baru memerlukan konsistensi pengelasan sejak tahap fabrikasi hingga assembly akhir.
Ship Conversion & Modification
Perpanjangan hull, instalasi crane deck, dan struktur tambahan membutuhkan analisis kekuatan las yang tepat.
Semua didukung fasilitas lengkap:
- Slipway
- Drydock
- Floating Area
- Airbag & Winch
- Workshop mekanik dan fabrikasi
Dengan sistem One Stop Service Shipyard, setiap proyek terkontrol dari awal hingga akhir.
Sertifikasi yang mendukung:
- ISO 9001
- ISO 14001
- ISO 45001
- SMK3
Keselamatan, kualitas, ketepatan waktu, dan integritas menjadi fondasi setiap pekerjaan.
Kesalahan Umum dalam Memilih Kawat Las
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Tidak menyesuaikan dengan jenis baja
- Mengabaikan posisi pengelasan
- Tidak mengikuti WPS
- Tidak melakukan UT test
- Mengabaikan inspeksi ketebalan
Dalam struktur kapal, kesalahan kecil bisa berdampak besar.
FAQ Seputar Kawat Las
Kawat las 2.0 untuk apa?
Umumnya digunakan untuk material tipis dan pekerjaan ringan.
Apa beda kawat las RB dan RD?
RB cenderung untuk pengelasan posisi umum, sedangkan RD dirancang untuk penetrasi lebih dalam dan beban lebih tinggi.
Apa arti 1G, 2G, 3G, 4G, dan 6G?
Itu adalah posisi pengelasan yang menunjukkan orientasi sambungan dan tingkat kesulitannya.
Apakah kawat las sama dengan elektroda?
Tidak selalu. Elektroda adalah bagian dari proses SMAW, sedangkan kawat las bisa berupa solid wire atau flux core.
Las MIG atau TIG lebih kuat?
Kekuatan tergantung material dan aplikasi. MIG lebih produktif untuk struktur baja, TIG lebih presisi untuk stainless.
Apakah kapal wajib melalui UT test setelah welding?
Untuk struktur utama, ya. UT test memastikan tidak ada cacat internal.
Checklist Memilih Galangan Kapal untuk Pekerjaan Welding
- ✔ Memiliki ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001
- ✔ Bersertifikat SMK3
- ✔ Fasilitas Slipway dan Drydock memadai
- ✔ Workshop fabrikasi lengkap
- ✔ Prosedur WPS dan PQR terdokumentasi
- ✔ QC dan NDT terstandar
- ✔ Pengalaman proyek docking skala besar
Kesimpulan
Kawat las adalah elemen kecil dengan dampak besar.
Dalam industri maritim, ia menentukan kekuatan struktur dan keselamatan operasional.
Pemilihan yang tepat harus mempertimbangkan material, beban, posisi, serta standar prosedur.
Lebih dari sekadar proses teknis, pengelasan adalah bagian dari sistem manajemen mutu galangan kapal.
Jika kapal Anda membutuhkan perbaikan, pembangunan, atau modifikasi dengan standar keselamatan tinggi, ketepatan waktu, dan kualitas teruji, PT Dok Pantai Lamongan (DPL) hadir sebagai galangan kapal pilihan dengan fasilitas lengkap, pengalaman lebih dari 1.500 proyek docking, serta layanan one stop service untuk kebutuhan maritim Anda.

Fadel Diza adalah Digital Marketing di PT Dok Pantai Lamongan. Ia memiliki ketertarikan besar pada dunia galangan kapal, khususnya perkembangan industri maritim serta pemanfaatan strategi digital untuk memperkuat daya saing perusahaan di sektor tersebut.
Melalui berbagai konten dan tulisan, Fadel Diza berbagi wawasan, informasi terkini, serta insight pemasaran digital yang relevan untuk industri galangan kapal dan maritim. Tujuannya adalah membantu pembaca memahami perkembangan industri secara lebih mudah dan aplikatif. Temukan lebih banyak tentang Fadel Diza di LinkedIn
